Review The Raid 2 – Berandal

Hari ini beberapa negara melakukan tayang perdana film the raid 2 – berandal. Film the raid 2 tayang di indonesia tepat pada hari ini yaitu tanggal 28 Maret 2014.

Sore tadi karena gue penasaran dengan kelanjutan film The Raid 1. Gue menyempatkan untuk menonton film The Raid 2, walaupun saat nyampai di bioskop empire jogja tiket film The Raid 2 nyaris sold out. Yup film ini membuat kebanyakan orang penasaran dengan kelanjutan ceritanya, termasuk gue. Sangking penasarannya akhirnya gue rela-relain menonton di kursi paling depan.

20140328_172218

 

20140328_174645

Berikut adalah ulasan gue tentang film The Raid 2 – Berandal.

the raid 2

Film ini merupakan lanjutan dari film the raid 1. Dimana pemeran utama Iko Uwais terjebak dengan dunia para mafia, yup setelah berhasil memecahkan kasus pada film the raid 1. Iko Uwais bertugas untuk melanjutkan misinya, dengan jaminan anak dan istrinya tetap aman dan sekaligus balas dendam atas kematian kakaknya. Karena jika Iko Uwais tidak mengejar semua mafia, maka iko uwais lah yang akan di incar balik.

Iko Uwais pun kembali masuk dalam dunia mafia, dia di sengaja masuk kedalam sebuah penjara. Untuk menarik perhatian para mafia agar tidak di curigai sebagai anggota kepolisian. Hingga akhirnya pengkhianatan antar mafia pun terjadi atas keserakahan.

Iko Uwais yang tidak mengetahui kejadian tersebut, malah menjadi sisi empuk dari para mafia. Hingga akhirnya Iko Uwais melihat kematian sahabat dalam gengnya. Sahabatnya tersebut merupakan anggota polisi yang menyamar menjadi anak buah mafia dan mendapat tugas menyelidiki kasus para mafia tersebut, sama seperti tugas yang di berikan kepada Iko Uwais.

Baca Juga :  Kupas Tuntas Review Ricoh Theta S 360 Panorama

Iko uwais pun tidak ingin melihat lebih banyak sahabatnya yang mati, hingga akhirnya dia membantai semua mafia tersebut. Keganasan dari para mafia pun terlihat jelas. Aksi tembak-menembak yang di closeup pada bagian muka di perlihatkan secara jelas. Hantaman dari palu ke muka dan semburan darah di perlihatkan. Cutter yang di tancapkan pada leher dan merobek sekeliling leher hingga darah mengucur deras pun di perlihatkan jelas.

Film ini menurut gue seperti film brutality, ya keganasan dan emosi tiada henti. Padahal alur Cerita pada film ini sebenarnya sangat bagus. Emosi dari para pemeran pun sangat keren. Sayang adegan brutal nya terlalu berlebihan, kesadisan film ini terlihat sangat jelas tidak seperti film the raid 1. Jika kalian pernah nonton film 300 (2014) maka film tersebut hampir sama menurut gue. Hanya menonjolkan kesadisan darah yang bercecer.

Menurut gue film ini menurun dari film sebelumnya The Raid 1. Karena pada film The Raid 1 cara bertarung Iko Uwais masih terlihat jelas menggunakan silat yang berasal dari indonesia. Kesadisan pada film sebenarnya tidak perlu di tampilkan secara jelas.

Catet !! FILM INI TIDAK DI REKOMENDASIKAN UNTUK ANAK DI BAWAH UMUR dan BAGI KALIAN YANG TIDAK TAHAN DENGAN KESADISAN PEMBUNUHAN YANG BRUTAL

Loading...

2 Comments

  1. Elisa March 29, 2014
    • AnggiAlfonso March 29, 2014

Add Comment

%d bloggers like this: