Teng tong itulah suara notifikasi dari aplikasi whatsapp yang terinstall pada hanpdhone saya. Sebuah pesan whatsapp masuk dari seorang ibu negara sebut saja namanya ridla. Pada pesan tersebut saya mendapatkan sebuah undangan untuk menghadiri acara premiere pemutaran Film Wonderful Life di Kota Jogja, karena saya malas datang sendiri pada acara tersebut akhirnya saya merequest pada ibu negara untuk memberikan undangan tambahan sehingga saya mendapatkan dua undangan digital. Pada undangan tersebut tertulis acara tersebut akan terlaksana pada tanggal 13 October 2016 jam 18.30 di bioskop Ambarukmo Plaza  Kota Jogja ( satu undangan hanya untuk satu orang ).

Selepas membaca undangan tersebut, seperti biasa saya tutup mata tidak mencari informasi soal film tersebut. Memang saya bukan pengamat film, tapi saya tidak mau menghancurkan imajinasi saya dari spoiler yang sudah menuliskannya di Internet. Saat itu saya hanya berimajinasi dari judul film dan poster undangan yang diberikan, yang saya fikirkan saat itu adalah seorang ibu dan anak yang hobby travelling dan menyatakan hidup itu indah.

Oke kita skip ke hari acara.

Tiba di pemutaran premiere Wonderful Life di bioskop Ambarukmo Plaza, saya sempat syok karena suasana yang begitu ramai, beberapa pemeran utama pada film tersebut juga datang, saya juga sempat melirik sang sutradara yang melintas terburu-buru yaitu Angga Dwimas Sasongko , ah padahal saya pingin photo bareng dengan beliau. Muter-muter, sempat bingung saat itu dimana harus menukarkan undangan tersebut, ibu negara juga tidak terlihat saat saya tiba. Kurang lebih setelah 5 menit akhirnya saya bertemu ibu negara, dan horaay akhirnya saya mendapatkan 2 tiket Film Wonderful Life. Tidak lama kemudian kami harus segera masuk kedalam studio untuk menonton film Wonderful Life.

tiket-film-wonderful-life

premiere-wonderful-life

Spoiler Film Wonderful Life ( yang tidak mau imajinasinya terganggu silahkan skip membaca pada bagian ini )

Film ini menceritakan perjuangan seorang ibu bernama Amalia yang awalnya terbentuk ego yang sangat tinggi untuk menghilangkan penyakit dari anaknya bernama Aqil. Ayah dari Amalia terbiasa mendidik Amalia dengan peraturan yang sangat ketat, seperti nilai pendidikan harus bagus, sarjana dll. Tekanan dari orang tua Amalia membuatnya semakin lebih keras kepada Aqil untuk menyembuhkannya. Aqil sendiri merupakan seorang anak yang menderita penyakit dyslexia, sehingga aqil ketinggalan dalam pelajaran sekolah.

Ego yang terbentuk akibat tekanan dari orang tua Amalia berimbas kepada Aqil yang tidak mengetahui apa-apa. Ego dari Amalia semakin terbentuk dimana dia berusaha mencari berbagai penyembuhan alternatif untuk anaknya. Awalanya Amalia ingin menunjukan pada ayahnya bahwa dia mempunyai anak yang pintar seperti kemauan ayahnya.

Sifat egois yang dimiliki Amalia akhirnya luntur dengan kepolosan cinta dari anaknya ( Aqil ) kepada ibunya ( Amalia ).

Nah itu dia sedikit spoiler dari Film Wonderful Life ( segitu aja biar kalian kepo )

Film ini sebenarnya sangat menginspirasi semua keluarga yang memiliki anak dan menderita penyakit dyslexia. Namun setelah menonton Film Wonderful Life saya sangat menyadari bahwa dyslexia bukan sebuah penyakit, melainkan kalian yang sakit karena menganggap itu sebagai penyakit, ” karena semua anak terlahir sempurna “. Dari segi cerita film ini terbilang sangat-sangat membuka pikiran orang termasuk saya.

Walaupun ceritanya begitu menggugah emosi melihat ke-egoisan seseorang dan mematahkannya dengan ketulusan, mata saya tidak berkaca-kaca sedikitpun. Biasanya saya kalau udah nonton film menginspirasi seperti ini pasti berkaca-kaca karena ada moment yang benar-benar meruntuhkan emosi penonton. Bukan saya lebay tapi itulah kehebatan sutradara bisa membuat penonton berkaca-kaca. Eh ternyata film Wonderful Life bukan di sutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko melainkan oleh sutradara Agus Makkie, saya baru mengetahui saat menuliskan postingan ini. Lebih dan kurangnya silahkan saksikan Film Wonderful Life di bioskop kesayangan anda atau tonton dulu trailer Wonderful Life.

 

 

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *