Saturday , 23 September 2017

Gumuk di jember mulai habis waspada !!

Kabupaten jember terkenal dengan istilah 1000 gumuk. Gumuk terbentuk atas letusan Gunung Raung di masa lampau. Sejarah mencatat letusan terlampau Gunung Raung di abad 16 (1500-an Masehi), sebelum itu tidak tercatat. Tercatat juga letusan terdahsyatnya di abad 17 (sekitar 1628 M) [Sumber data : RZ Hakim]

Gumuk adalah alasan pertama gue mendatangin kabupaten jember. Benarkah terjadi exploitas / perusakan cagar alam gumuk yang menjadi ciri khas kabupaten jember ?

Gue pun tidak bisa percaya begitu saja, karena gue sendiri belum melihat langsung seperti apa gumuk itu dan sepeti apa perusakan yang terjadi terhadap gumuk. Di balikpapan sendiri tidak terdapat gumuk.

Setiba gue di kabupaten jember, gue mendapat banyak penjelasan tentang perbedaan gumuk dan bukit. Salah satu sahabat saya RZ hakim yang termasuk salah satu pejuang penyelamatan gumuk memberikan penjelasan perbedaan tentang gumuk dan bukit.

Berikut penjelasan RZ hakim mengenai gumuk:
Gumuk adalah sebuah gundukan tinggi serupa gunung kecil dan bukit. Namun tak sama dengan keduanya. Ada beberapa anggapan keliru yang menyatakan bahwa gumuk adalah bukit. Padahal jelas, keduanya berbeda. Karena kandungan antara bukit dan gumuk memeiliki perbedaan yang jelas. Gumuk masuk dalam pertambangan galian C dengan muatan batu piring, pasir, batu pondasi. kalau bukit sebagian besar kandungannya adalah tanah biasa. Dan masing-masing memiliki keunggulannya sendiri.

Fungsi gumuk sendiri di kabupaten jember ialah melindungi jember dari adanya angin kencang yang turun dari pegunungan yang berada di sekitar kabupaten jember sehingga tidak menghantam langsung ke jember, sehingga terjadi penetralan kecepatan angin sewaktu memasuki jember. Jika tidak ada gumuk maka kekencangan angin yang turun dari gunung akan langsung menghantam jember. Fungsi lainnya ialah sebagai perputaran ekosistem yang ada di gumuk tersebut, karena menurut mas hakim sendiri beragam jenis hewan hutan masih terdapat di gumuk.

Baca Juga :  Melihat Indonesia Got Talent Jogja

Berikut adalah gambaran simulasi fungsi gumuk terhadap kecepatan angin yang turun melalui gunung yang gue coret sendiri.

gumuk di jember
gumuk di jember

Keterangan Simulasi:

A. Kecepatan angin awal misal 100km/jam
B. Kecepatan angin semakin bertambah karena menurun menjadi 150 km/jam dan memiliki satu titik kecepatan
C. Angin menghantam gumuk kecepatan angin menurun dan memecah menjadi 50 km/jam
D. Sebagian angin mengudara ke atas
E. Sebagian angin turun mengikuti alur gumuk
F. Kecepatan angin rata  saat menuju pemukiman.

Pada simulasi gambar di atas anda pasti bisa memahami fungsi gumuk itu sendiri. Itu masih peran oleh satu gumuk bagaimana jika terdapat 1000 gumuk maka kabupaten jember aman dari terpaan angin kencang.

Ciri khas jember yang memiliki 1000 gumuk pun terkikis oleh para investor yang melakukan penambangan di beberapa gumuk. Dari beberapa Pencinta Alam dan teman teman #savegumuk jember mengatakan data terakhir yang mereka kumpulkan sekitar 600 an gumuk yang tersisa.

Ingat jember di kelilingi beberapa gunung tinggi di sekitarnya dan yang tertinggi adalah gunung raung yang memiliki kecepatan angin yang tinggi. Selain itu ada gunung argopuro, dataran tinggi ijen, gunung semeru yang mengelilingi wilayah kabupaten jember.

Mungkin kalian pada bertanya kenapa gumuk tersebut tidak di lindungin oleh pemerintah. Nah itu juga menjadi pertanyaan saya kepada rz hakim. Status gumuk di sini ialah milik tanah pribadi jadi pemilik bisa menjual tanah gumuknya pada sapa saja. Disini gue sedikit bingung karena di balikpapan sendiri yang memiliki beberapa sumber tambang seperti batu bara di lindungin oleh perda balikpapan walaupun itu statusnya tanah pribadi. So yang gue fikir kalau misalnya balikpapan bisa kenapa jember ga bisa toh ?

Baca Juga :  Melihat terminal Keberangkatan Bandara Balikpapan

Gue pun akhirnya mengunjungi salah satu gumuk gunung batu di kecamatan sumber sari di temani mas RZ hakim. Gumuk ini dulunya memiliki ketinggian 50 meter ke atas namun sekarang hampir rata dengan badan jalan. Sisa ketinggian gumuk batu ini yaitu berkisar 25% an dari ketinggian aslinya. Awalnya saya mencari foto ketinggian asli gumuk tersebut, namun sayang sang pemilik foto terebut tidak mempublikasikannya untuk saat sekarang ( himbau rz hakim )

gumuk gunung batu 2
gumuk gunung batu 2
gumuk gunung batu 3
gumuk gunung batu 3

Gumuk di jember yang mulai habis pun menimbulkan effect bencana salah satunya ialah puting beliung yang baru saja terjadi. Lihat saja beritanya di tempo. Nah ada salah satu foto yang tanpa gue sadari setelah gue naikin tonal contrasnya, awan tersebut seperti membuat lingkarangan angin. Ntah ini hanya halusinasi mata saya aja tapi anda bisa liat sendiri foto yang saya jepret sewaktu mengambil gambar di salah satu gumuk gunung batu di jember.

gumuk gunung batu perputaran awan
gumuk gunung batu perputaran awan

Teman teman #savegumuk di jember pun lagi mengumpulkan dana untuk membeli salah satu gumuk. Sebagai wujud untuk menyelamatkan gumuk dari tangan investor.

About AnggiAlfonso

Blogger asal Balikpapan yang terdampar di Kota Jogja.

Check Also

keindahan pesisir pantai pulau bokori kendari

Keindahan Pesisir Pantai Pulau Bokori Kendari

Kendari adalah Kota yang masih terbilang sepi, jika dibandingkan dengan Kota Batam perkembangan kotanya masih …

5 comments

  1. Ternyata persoalan gumuk ini serius banget ya. Semoga kegiatan #savegumuk berhasil menyelamatkan gumuk2 itu.

    • serius banget,,sama halnya seperti tambang batubara yang merajalela di kaltim,,malah kaltim nantinya bisa terkena bencana alam.

  2. Waah bisa sampai serius banget yah dampaknya..

  3. Baru sedikit ngeh dgn gumuk Mas…
    ternyata ini yang diperjuangkan mas hakim dan teman2…

    thanks ilmunya Mas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *