Jika kalian datang ke Kota Balikpapan dan mencari hutan mangrove pasti kebanyakan orang merekomendasikan kalian untuk mendatangi Hutan Mangrove yang berada di daerah kariangau. Mungkin kebanyakan orang menyebutnya dengan Hutan Mangrove Margomulyo Balikpapan. Memang tempat tersebut memiliki fasilitas yang lebih lengkap dan kalian bisa menelusuri hutan tersebut menggunakan perahu, namun Hutan Mangrove Tritip Balikpapan tidak kalah menarik dimana kalian bisa bermalam sambil menikmati pemandangan bintang di langit sambil mendengar suara ombak yang saling bersautan.

Saat itu saya mengunjungi Hutan Mangrove Tritip Balikpapan bersama teman-teman komunitas di Balikpapan. Memang saat itu saya tidak mengetahui rute menuju tempat tersebut karena tempat tersebut sebenarnya belum dibuka sebagai tempat Pariwisata Balikpapan secara umum. Tempat tersebut memang belum disahkan sebagai tempat pariwisata Balikpapan karena fasilitas ke tempat tersebut memang cukup membingungkan, selain tidak adanya plang pada pinggir jalan raya, jalan masuk juga akan terlihat becek setelah hujan. Itulah alasan tempat tersebut belum disahkan menjadi tempat Pariwisata Balipapan.

Jadi saat itu saya sama sekali tidak mengetahui jalan masuknya lewat mana, apalagi saat itu kami harus mengambil rute memotong, karena jalan masuk utama tertutup oleh pesta pernikahan, ya maklum karena jalan masuk utama merupakan pemukiman warga. Namun tenang saja buat kalian yang pengen kesana, saya mendapatkan informasi tempat tersebut berada di Manggove Pendopo Tritip  dekat SD 007 Balikpapan. Jadi kalau sudah mendekati SD 007 Balikpapan Selatan kalian bisa menanyakan pada warga sekitar.

Saat itu saya dan rombongan komunitas tersebut harus memarkirkan mobil terdekat dengan pintu masuk Hutan Mangrove Tritip Balikpapan, hal tersebut kami lakukan karena bekal makanan yang kami siapkan untuk bermalam terbilang cukup banyak, seperti minyak, galon air mineral, nasi, terpal, kompor mini, dan beberapa lauk mentah yang nantinya akan kami masak ditempat.

Sedekat-dekatnya kami memarkikan mobil, tetap saja kami harus memikul beban tersebut kurang lebih sejauh 1 KM dari tempat kami memarkirkan mobil. Saat itu kami menitipkan mobil kami di salah satu rumah warga, yang pastinya kami meminta ijin terlebih dahulu kepada sang pemilik.

Jalan setapak yang masih tanah lempung membuat kami terbopoh-bopoh memikul beban bekal yang kami bawa. Serius jalannya sangat licin dan berlumpur, apa lagi disalah satu perjalanan tersebut terdapat 2 tambak ikan yang berukuran besar dan kami harus berjalan ditengahnya. Beberapa dari kami sempat tergelincir saat membawa bekal yang kami siapkan, bukan rute jalannya yang menanjak, jalannya tetap mendatar, tapi memang benar-benar licin.

Setelah beberapa kali berhenti membawa beban bekal makanan, akhirnya kami tiba di salah satu pendopo Hutan Mangrove Tritip. Pendopo tersebut menghadap ke lautan, ya memang benar Hutang Mangrove Tritip Balikpapan ini berada di Pinggir Pantai Kelurahan Tritip, sangat berbeda dengan Hutan Mangrove Margomulyo Balikpapan yang berada disekitara Sungai Wain.

pendopo hutan mangrove tritip balikpapan

jembatan kayu hutan mangrove tritip balikpapan

Saat itu kami tidak ada mengurus ijin atau apapun itu untuk menggunakan pendopo tersebut. Hanya ada tulisan mengenai menjaga kebersihan sekitar Hutan Mangrove tersebut. Di pendopo tersebut kami mulai mebuka terpal yang kami bawa, menaruh barang bawaan dan kami mulai istirahat sejenak menikmati pemandangan yang ada.

Kurang lebih setelah sejam kami beristirahat dengan cara menikmati pemandangan, kami memulai memasak lauk mentah yang kami bawa. Di sekitar pendopo terdapat tungku bakaran, yang tidak tau darimana asalnya yang pasti tungku bakaran tersebut sudah rapi tersusun dari batu bata. Salah satu anggota komunitas yang mungkin sudah biasa, atau paham soal bakar-membakar, segera mengambil batok kelapa yang berada di tempat sampah. Batok Kelapa dari tempat sampah tersebut dimanfaatkan sebagai pengganti arang, karena kami memang tidak membawa arang.

Tidak terasa setelah kami melakukan semua proses kegiatan masak-memasak alakadarnya, matahari yang sebelumnya bersinar terang segera tergantikan oleh cahaya rembulan yang waktu itu terlihat sangat jelas, sehingga proses makan kami harus diterangi oleh beberapa cahaya lilin dan head lamp.

makan malam di Hutan Mangrove Tritip Balikpapan

Namanya di Pinggir Pantai kalian pasti bisa melihat langit secara
jelas tanpa terhalang oleh apapun. Tidur diatas jembatan kayu sambil menikmati kerlap-kerlip bintang di langit serta cahaya rembulan yang menyinari samar-samar suasana menginap saat itu.

bintang di langit hutan mangrove tritip balikpapan

Waktu malam menjelang tidak banyak dari kami menghabiskan waktu dengan bercanda, bermain gitar dan duduk di pinggir jembatan kayu yang menghadap ke laut. Saya sendiri saat itu hanya tidur sekitar 2 jam, sebelum akhirnya terbangun akibat seorang teman komunitas tergigit oleh hewan laut. Loh kok bisa ? kronologinya ialah sekitaran jam 4 subuh saat air laut mulai surut, teman tersebut turun ke pantai tanpa menggunakan sendal, katanya dia ingin mencari kerang laut gitu, namun apesnya dia tergigit. Mungkin teman saya waktu itu tergigit oleh ular karena bekas lukanya terdapat 2 titik, beberapa dari kawan komunitas segera menghisap luka tersebut untuk mengantisipasi adanya racun atau tidak. Untungnya saja setelah hampir 1 jam kondisinya semakin membaik, karena saat pertama kali terkena gigitan tersebut teman tersebut terlihat keringat dingin. Jadi kalo kalian yang ingin kemari dan ingin turun kepantai saat subuh sebaiknya menggunakan sepatau dan celana panjang.

Tidak terasa setelah kejadian tersebut matahari yang ditunggu-tunggu akhirnnya muncul. Yup dari Hutan Mangrove Tritip Balikpapan kalian bisa melihat secara jelas sunrise yang ada. Udara saat disekitar Hutan Mangrove tersebut terasa sangat sejuk dan dingin. Padahal kalian tau sendiri suhu udara di Balikpapan sangat panas, tapi coba deh kalau kalian menginap di Hutan Mangrove Tritip Balikpapan, kalian pasti akan merasakan dingin pada saat pagi hari.

hutan mangrove teritip balikpapan

Tambahan buat kalian yang ingin berkunjung ke Hutan Mangrove Tritip Balikpapan. Di sini tidak terdapat toilet, sebenarnya ada toilet namun saat saya mengunjunginya toilet tersebut tidak berfungsi dengan baik. Jadi buat kalian yang mau pipis sebaiknya ijin dahulu kepada penghuni setempat, ijin di sini sebenarnya sudah menjadi tradisi jika kita ingin membuang hajat secara terpaksa di tempat yang tidak semestinya, ya mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan.

https://www.youtube.com/watch?v=5BydLvRzIfs

nb: Kunjungan Pada Tahun 17-05-2015

6 Comments

  1. hbr online June 21, 2016 at 8:00 am

    Wah saya juga baru tau sob… Mananya penangkaran buaya sob?

    Reply
    1. AnggiAlfonso - Site Author July 14, 2016 at 11:20 pm

      setelahnya mas kalau tidak salah

      Reply
  2. soni July 27, 2016 at 4:06 pm

    menggunakan batok kelapa itu merupakan ide yang sangat brilian, bisa nih dipakai di kafe saya, makasih sharingannya gan, hehehe

    Reply
  3. Darsika August 24, 2016 at 10:24 am

    Ternyata ada begini ya sampe ujung? Dulu pernah kesini sama temen2 di Grand Jatra Hotel Balikpapan tapi ngga sempet sampe ujung keburu Ujan deres… Keren yah sampe ujung nya, semoga sampah plastik sudah semakin ditangani disini. Keep it up Balikpapan…

    Reply
  4. Rina March 22, 2017 at 7:04 pm

    Pernah kesana sayang toilet nya gak ad….

    Reply

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *